Tips hidup sehat

JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT

1. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung.

Kita mengetahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh! (brisk walk) atau jalan cepat. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antar sel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh- gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap

stroke pangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukankegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

3. Berat badan stabil

Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang

mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4. Menurunkan berat badan juga.

Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara

rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis.

Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh- gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6. Mencegah osteoporosis.

Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut.

Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) -. Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut.

Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi. Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga

membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal tarbebas dari depresi

dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

9. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin

berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih

tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan

penurunan risiko terkena kanker payudara.

(dari berbagai sumber)

Baca Selengkapnya ...

BUKU MATEMATIKA BSE
Klik gambar untuk download
Usernama : bukugratisplus Password : gratisplus


















Baca Selengkapnya ...

RENCANA PEMBELAJARAN TEMATIK

TEMA : KERJASAMA
KELAS/SEMETER : 3 (Tiga)
WAKTU : 2 kali pertemuan @ 5 JP/hari (2 hari)

I. KOMPETENSI DASAR
 Mengenal aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar. (PKn)
 Menyebutkan contoh aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar.
 Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat.
 Melaksanakan aturan-aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar.
 Memainkan alat musik ritmis sederhana. (Seni-Budaya dan Keterampilan:Musik)
 Menyanyikan lagu wajib, lagu daerah dan lagu anak-anak dengan atau tanpa iringan sederhana.
 Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan. (Bahasa Indonesia:Mendengarkan)
 Menceritakan pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan kalimat yang runtut dan mudah dipahami. (Bahasa Indonesia: Berbicara)
 Memberikan tanggapan dan saran sederhana terhadap suatu masalah dengan menggunakan kalimat yang runtut dan pilihan kata yang tepat.
 Membaca nyaring teks (20-25 kalimat) dengan lafal dan intonasi yang tepat. (Bahasa Indonesia : Membaca)
 Menjelaskan isi teks melalui membaca intensif.
 Menyusun paragraf dengabn bahan yang tersedia dengan memperhatikan penggunaan ejaan. (Bahasa Indonesia : Menulis).
 Melakukan kerjasama di lingkungan rumah, sekolah dan kelurahan/desa. (IPS).
 Melakukan operasi hitung campuran (Matematika)
 Melakukan perkalian yang hasilnya bilangan tiga angka dan pembagian bilangan tiga.


II. INDIKATOR
 Menjelaskan kerjasama dalam di lingkungan masyarakat (Pkn)
 Memberikan 2 contoh kerjasama di lingkungan masyarakat
 Melaksanakan kerjasama di lingkungan masyarakat
 Menyanyikan lagu wajib dengan irama yang tepat.
 Menyanyikan lagu daerah dengan irama yang tepat
 Menyanyikan lagu anak-anak dengan irama yang tepat
 Membaca nyaring puisi teks dengan lafal dan intonasi yang tepat (Bahasa Indonesia).
 Menceritakan pengalaman dengan kalimat yang runtut
 Menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks yang dibaca
 Memberikan tanggapan/saran menggunakan kalimat yang runtut dan mudah dipahami.
 Menceritakan kembali isi teks yang dibaca.
 Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di rumah.(IPS)
 Melaksanakan kerjasama di rumah.
 Menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di rumah.
 Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di lingkungan masyarakat.
 Melakukan kerjasama di lingkungan masyarakat.
 Menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di sekolah.
 Mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di sekolah.
 Melakukan kerjasama di sekolah.
 Menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di sekolah
 Menghitung perkalian angka 1 sampai 10 (Matematika)
 Menyelesaikan penjumlahan berulang sebagai dasar dari perkalian
 Menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan perkalian
 Menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan pembagian
 Menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan perkalian dan pembagian.
 Memberikan contoh benda yang berubah akibat pembakaran (IPA)
 Memberikan contoh benda yang berubah akibat pemanasan
 Menceritakan perubahan sifat benda akibat diletakkan di udara terbuka.

III. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Siswa mampu menjelaskan kerjasama dalam di lingkungan masyarakat (Pkn)
 Siswa mampu memberikan 2 contoh kerjasama di lingkungan masyarakat
 Siswa mampu melaksanakan kerjasama di lingkungan masyarakat
 Siswa mampu menyanyikan lagu wajib dengan irama yang tepat.
 Siswa mampu menyanyikan lagu daerah dengan irama yang tepat
 Siswa mampu menyanyikan lagu anak-anak dengan irama yang tepat
 Siswa mampu membaca nyaring puisi teks dengan lafal dan intonasi yang tepat (Bahasa Indonesia).
 Siswa mampu menceritakan pengalaman dengan kalimat yang runtut
 Siswa mampu menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks yang dibaca
 Siswa mampu memberikan tanggapan/saran menggunakan kalimat yang runtut dan mudah dipahami.
 Siswa mampu menceritakan kembali isi teks yang dibaca.
 Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di rumah.(IPS)
 Siswa mampu melaksanakan kerjasama di rumah.
 Siswa mampu menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di rumah.
 Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di lingkungan masyarakat.
 Siswa mampu melakukan kerjasama di lingkungan masyarakat.
 Siswa mampu menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di sekolah.
 Siswa mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk kerjasama di sekolah.
 Siswa mampu melakukan kerjasama di sekolah.
 Siswa mampu menyebutkan tujuan melakukan kerjasama di sekolah
 Siswa mampu menghitung perkalian angka 1 sampai 10 (Matematika)
 Siswa mampu menyelesaikan penjumlahan berulang sebagai dasar dari perkalian
 Siswa mampu menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan perkalian
 Siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan pembagian
 Siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan perkalian dan pembagian.
 Siswa mampu memberikan contoh benda yang berubah akibat pembakaran (IPA)
 Siswa mampu memberikan contoh benda yang berubah akibat pemanasan
 Siswa mampu menceritakan perubahan sifat benda akibat diletakkan di udara terbuka.

PERTEMUAN 1 & 2
IV. LANGKAH PEMBELAJARAN

1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing
b. Bertanya jawab tentang kegiatan siswa ketika bangun pagi dikaitkan dengan kerjasama antara anggota keluarga
c. Mengajak siswa menyanyikan lagu “Holopis Kuntul Baris” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu. (Se-Bud)
d. Setelah selesai siswa diajak bertanya jawab kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan siswa seperti syair lagu, dan dikaitkan dengan kerjasama (BI, IPS dan PKn).
e. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama (Kerjasama)

2. Kegiatan Inti
a. Menayangkan gambar alam Negara Indonesia dengan kekayaan alamnya yang indah (gambar hutan, sungai dan lain-lain)
b. Mengajak semua siswa mengamati gambar keindahan alam Negara Indonesia yang bersih dan enak dipandang mata.
c. Bertanya jawab tentang makna gambar dan dilanjutkan dengan mengidentifikasi pengaruh keindahan, kebersihan lingkungan dengan perasaaan kita (manusia).
d. Guru menceritakan cara untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, serta memberikan pemahaman bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan sendirian, tetapi harus dilakukan bersama-sama.
e. Siswa diajak mendemontrasikan manfaat kerjasama.
• Disiapkan sebuah meja di depan kelas
• Memanggil satu anak untuk maju kedepan dan mencoba mengangkat meja (tidak kuat/berat)
• Memanggil 2 anak untuk bersama-sama mengangkat sebuah meja (agak ringan)
• Memanggil 3 anak untuk mengangkat meja yang sama (lebih ringan)
• Memanggil 4 anak untuk mengangkat meja tersebut (sangat ringan)
f. Keempat anak diminta menceritakan bagaimana perasaannya ketika mengangkat bersama jika dibandingkan dengan mengangkat sendiri.
g. Siswa diajak mendefenisikan arti kerjasama
h. Mengajak semua siswa untuk membedakan mana kegiatan yang dilakukan dengan kerjasama dan mana yang dilakukan sendirian (tidak perlu kerjasama).
i. Menugaskan siswa secara bergantian membaca teks yang bertema tentang kerjasama
j. Bertanya jawab tentang inti dari wacana
• Siapa yang mempunyai tanggung jawab dalam melaksanakan kerja bakti?
• Tugs-tugas apa saja yang dilakukan oleh warga?
• Apakah ada ibu-ibu yang juga ikut kerjasama?
k. Menugaskan semua siswa menulis pengertian dan manfaat kerjasama di rumah
l. Menugaskan siswa untuk menuliskan contoh lain yang dilakukan dengan kerjasama dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
m. Lakukanlah hal-hal dibawah ini :
• Utamakanlah sikap saling membantu.
• Semua pekerjaan sebaiknya dilakukan dengan kerjasama
• Saling tolong menolong
• Bekerja tanpa pamrih
3. Kegiatan Akhir / Penutup
a. Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klasifikasi
b. Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
c. Memberikan tugas PR untuk mengidentifikasikan aturan-aturan yang ada dirumah terkait dengan sekolah
d. Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio

Pertemuan 3 dan 4
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak semua siswa berdoa seduai dengan agama dan keyakinan masing-masing
b. Mengajak siswa berdinamika menirukan semua gerakan guru (terlampir) sambil menggerakkan anggota badan sesuai perintah guru. (Se-Bud)
c. Setelah selesai siswa diajak bertanya jawab apa makna dari dinamika. (BI, IPS, dan PKn)
d. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama ( Kerjasama)
2. Kegiatan Inti
a. Mengajak siswa bertanya jawab (Brainstorming) untuk mengidentifikasikan macam-macam, perilaku kerjasama dalam segala aspek kehidupan.
b. Bertanya jawab tentang akibat jika tidak kerjasama
c. Menugaskan semua siswa membaca teks yang bertema “Kerjasama di Lingkungan Sekolah”
d. Setelah selesai membaca, semua siswa diminta menjawab pemahaman wacana :
• Mengapa Adi berangkat ke sekolah lebih pagi?
• Berapa siswa yang piket pada hari selasa?
• Tugas apa yang dikerjakan ketika piket?
• Mengapa kelas harus dibersihkan setiap hari?
• Siapa yang bertanggung jawab terhadap kebersihan kelas?
e. Setelah selesai mengerjakan dilanjutkan dengan menugaskan semua siswa untuk berkelompok dengan anggota 4 siswa
f. Menyiapkan katru trugas yang terdiri dari
• Kartu 1 bentuk kerjasama di rumah dan mengapa perlu ada kerjasama di rumah
• Kartu 2 bentuk kerjasama di sekolah dan mengapa perlu ada kerjasama di sekolah
• Kartu 3 bentuk kerjasama di masyarakat dan mengapa perlu ada kerjasama dimasyarakat
• Kartu 4 bentuk kerjasama di dalam tim sepak bola mengapa perlu ada kerjasam.
g. Setiap kelompok mendapat 4 kartu dan dibagikan kepada setiap anggota ( satu siswa satu tugas) yang berbeda
h. Masing-masing siswa yang telah mendapat kartu, memikirkan jawabannya dan menulis di kertas/bukunya sendiri.
i. Setelah masing-masing punya jawaban, semua yang memegang kartu nomor 1 berkumpul menjadi satu kelompok bessar, yang nomor 2 berkumpul dengan sesama nomor 2, nomor 3 berkumpul dengan nomor 3 dan demikian juga dengan yang nomor 4 berkumpul dengan yang nomor 4.
j. Kelompok ini dinamakan “kelompok ahli” yaitu kelompok yang berkumpul dengan materi yang sama.
k. Setelah kelompok ahli selesai berdiskusi, semua siswa kembali ke kelompok semula dan menyampaikan hasil diskusi dari kelompok ahli.
l. Semua siswa mencatat hasil prestasi teman yang lain, sehingga dalam waktu yang bersamaan semua siswa akan memiliki catatan dari permasalahan ke empat kartu 1, kartu 2,kartu 3, dan kartu 4.
m. Setelah semua selesai guru memanggil salah satu siswa untuk menyampaikan atau membaca hasil prestasi di depan kelas.
n. Guru memberikan klarifikasi dan penguatan serta pelurusan
o. Menugaskan semua siswa untuk melakukan hal-hal di bawah ini :
• Hargailah pendapat temanmu
• Bekerjalah bersama kelompok, maka tugas akan menjadi ringan.
3. Kegiatan Akhir/Penutup
a. Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengn hasil klarifikasi
b. Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
c. Mengajak siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio

Pertemuan 5 dan 6
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinanmasing-masing
b. Mengajak siswa berdinamika dengan berbaris di lorong sela-sela deretan meja dan kursi di kelas. Guru memberi komando “siap grak” setelah semua siswa berbaris guru menyebutkan dan memerintahkan supaya baris berdasarkan urutan tinggi badan dengan cepat. (Se-Bud)
c. Setelah selesai siswa diajak bertanya jawab makna berdinamika dikaitkan dengan sikap kerjasama diantara angghota yang berbaris. (BI, IPS, PKn)

d. Yang dapat menerapkan sikap kerjasama, pasti akan dapat segera mengatur barisan sesuai dengan urutan mulai dari yang tinggi di depan disusul yang paling rendah di barisan paling belakang.
e. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama (Kerjasama)
2. Kegiatan Inti
a. Menayangkan 2 gambar tentang suasana kerjasama di rumah
b. Semua siswa diminta mengamati 2 gambar tentang kerjasama di dalam lingkungan keluarga tersebut pada gambar.
c. Bertanya jawab tentang : Kegiatan apa saja yang sedang dilakkan oleh keluarga Adi? Dan bagaimana pembagian tugas dalam keluarga Adi tersebut?
• Apa yang dilakukan oleh ayah?
• Apa yang dilakukan oleh ibu?
• Apa yang dilakuan oleh Adi?
• Apa yang dilakukan oleh Sinta?
d. Apa saja kegiatan/kesibukan yang nampak ketika membakar ikan?
e. Mengajak semua siswa mengamati perbedaan ikan sebelum dibakar dengan sesudah dibakar
f. Apa yang digunakan untuk membakar ikan? Bisakah ikan dibakar dengan menggunakan gas?
g. Menugaskan semua siswa untuk berkelompok
h. Mengajak semua siswa (kelompok) mengamati perubahan warna
• Korek api dibakar warnanya berubah menjadi hitam
• Gambar wajah dengan mentega, jika mentega dipanaskan akan meleleh
• Lilin dbakar juga akan meleleh
• Cokelat dipanaskan juga akan meleleh
i. Semua kelompok mengamati, mencatat hasil pengamatannya serta mencari 3 contoh lain perubahan benda
j. Semua catatan dikumpulkan kepada guru
k. Ayo Berbudi pekerti, lakukanlah hal-hal dibawah ini :
• Segala yang terjadi di dunia ini pasti akan ada perubahan
• Biasakanlah mengamati perubahan-perubahan.

3. Kegiatan Akhir/Penutup
a. Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi
b. Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
c. Memberikan tugas PR untuk mengidentifikasi benda-benda apa saja yang akan/bisa berubah
d. Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio

Pertemuan 7 dan 8
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masingh-masing
b. Mengajak siswa berdinamika seperti yang dilakukan sebelumnya, berbaris kebelakang. Guru memberikan komando agar siswa berbaris sesuai dengan tinggi badan. Setelah itu dilanjutkan dengan komando guru memerintahkan semua barisan diawali dari yang gemuk sampai yang paling kurus. Dengan cepat, siapa yang paling cepat adalah yang menang (Se-Bud).
c. Setelah selesai siswa diajak bertanya jawab makna dinamika. Apakah dalam kegiatan ini diperlukan kerjasama? (BI, IPS, dan PKn)
d. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama ( Kerjasama )
2. Kegiatan Inti
a. Semua siswa disiapkan untuk melakukan kegiatan praktek benda yang berubah. Seperti :
• Kertas dibakar.
• Lilin dibakar
• Mentega dipanaskan
• Coklat dipansakan
Semua siswa mencatat hasil pengamatan tentang perubahan warnanya.
b. Kemudian mengerjakan latihan yang disiapkan oleh guru
c. Semua siswa diminta mengamati tabel dan guru memberikan penjelasan cara mengisi kotak-kotak dalam tabel
d. Semua siswa ditugaskan untuk belajar perkalian
e. Dilanjutkan dengan cara perkalian sebagai penjumlahan berulang dan cara perkalian dengan cara bersusun pendek dan cara bersusun panjang).
f. Semua siswa secara manciri ditugaskan mengerjakan soal
g. Semua hasil pekerjaan siswa dikumpulkan untuk dikoreksi
h. Menugaskan semua siswa untuk melakukan hal-hal berikut :
 Bekerjalah bersama temanmu tanpa pamrih
 Setiap manusia wajib saling membantu
3. Kegiatan Akhir/Penutup
a. Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi
b. Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
c. Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio

Pertemuan 9 dan 10
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing
b. Mengajak siswa berdinamika “ Tepuk Serempak” sambil menggerakkan anggota badan sesuai perintah (jika terdapat kerjasama yang baik, maka tepuk tangan akan dapat menjadi satu orkestra seperti musik, tetapi jika tidak ada kerjasama yang baik dalam bertepuk tangan, pastilah hanya sekedar tepuk tangan, dan menjadi suatu musik yang indah dengan irama). (Se-Bud).
c. Setelah selesai berdinamika dengan bertepuk tangan, semua siswa diajak bertanya jawab tentang makna tepukan (intinya adalah jika ada kerjasama yang kompak dan serempak dalam bertepuk tangan, maka akan melahirkan suatu suasana yang indah, seperti sebuah musik dengan seorang dirigen yang menjadi pimpinan. (BI, IPS, dan PKn).
d. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama (Kerjasama)
2. Kegiatan Inti
a. Semua siswa ditugaskan untuk emmbaca teks dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang makna setiap soal
b. Setelah siswa memahami makna soal dilanjutkan dengan mengerjakan soal tersebut secara mandiri. Setelah selesai mengerjakan soal tersebut semua hasil pekerjaan dikumpulkan
c. Dilanjutkan dengan membagikan semua hasil pekerjaan mandiri tersebut secara silang untuk kemudian diperiksa bersama-sama dengan komando guru
d. Berikutnya siswa dikelompokkan dengan teman sebangkunya. Dan ditugaskan untuk mengerjakan soal yang terdapat pada buku pegangan siswa
e. Setiap kelompok mempresentasikan jawabannya.
f. Semua siswa mencatat jawaban yang benar.
g. Guru memberikan penjelasan bagaimana cara mengerjakan dan jawaban yang benar.
h. Lakukanlah Budi Pekerti berikut :
• Hargailah pendapat teman, karena dengan demikian kalian akan dihargai juga dan kamu akan dapat bekerjasama dengan orang itu
• Jangan membiasakan diri mencela pekerjaan orang lain.
3. Kegiatan Akhir/Penutup
a. Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi.
b. Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
c. Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran.

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio

Pertemuan 11 dan 12
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan
a. Mengajak semua siswa berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing
b. Mengajak siswa menyanyikan lagu “Halo-Halo Bandung” sambil menggerakkan anggota badan sesuai dengan syair lagu dan sesuai dengan not yang ada (Seni-Budaya dan Keterampilan).
c. Setelah selesai siswa diajak bertanya jawab syair lagu, dan dikaitkan dengan sikap kerjasama. (BI, IPS, dan PKn)
d. Menginformasikan tema yang akan dipelajari bersama ( Kerjasama)
2. Kegiatan Inti
a. Membagi kelompok menjadi 4
b. Setelah terbagi dalam kelompok, semua kelompok diminta untuk berkumpul menjadi satu lingkaran kecil (di dalam kelas).
c. Semua kelompok akan menyanyikan lagu “ Halo-Halo Bandung” lagi dengan penuh semangat. Setelah satu kali menyanyi, berhenti.
d. Guru memberi komando kapan mulai menyanyi untuk kelompoknya sendiri. Dengan lagu yang sama, tetapi saat mulai menyanyi tidak sama. Kelompok 1 memulai menyanyi. Setelah masuk pada baris kedua, kelompok ke 2 mulai menyanyi, setelah kelompok 2 masuk pada baris kedua, lanjut kelompok 3 mulai menyanyi dan terakhir kelompok kelompok 4 akan menyanyi juga setelah kelompok 3 sudah masuk pada baris kedua. Untuk lebih semarak dalam menyanyikan lagu, dapat menunjuk beberapa siswa menggunakan alat musik sederhana.
e. Jika masing –masing kelompok dapat bekerjasama denga baik, konsentrasi, tidak terganggu oleh suara dari kelompok yang lian, maka akan dapat dipertahankan syair dan lagu dengan baik dan benar.
f. Permainan berhenti setelah beberapa menit dan siswa kembali ke tempat duduk masing-masing
g. Bertanya jawab tentang makna kegiatan tersebut
h. Guru memberikan penjelasan bagaimana seharusnya bersikap dalam kelompok
i. Siswa diajak keluar kelas untuk mendemonstrasikan sikap kerjasama yang baik dengan bermain “ Ayo Bermain Bakiak” langkah-langkah :
• Siapakan bakiak panjang. Satu bakiak dapat diapakai untuk 3 anak
• Membagi kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 anak (dua kelompok kecil)
• Semua siswa siap berada di atas bakiaknya
• Juri memberikan aba-aba “Mulai’
• Dengan memakai bakiak, siswa akan berlomba berjalan cepat menuju finish. Siapa yang dapat mencapai finish terlebih dulu akan menjadi pemenangnya.
j. Setelah selesai bermain, semua kembali ke dalam kelas dan berdiskusi makna permainan bakiak
k. Setelah semua selesai dan lelahnya hilang, dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya, semua siswa masing-masing duduk di kursinya sendiri-sendiri.
l. Semua siswa secara mandiri ditugas untuk mengerjakan solah pada buku pegangan siswa.
m. PR menugaskan semua siswa untuk menggambarkan suasana kerja bakti (boleh mencontoh gambar yang ada), dan beri warna serta dimana posisimu dalam kegiatan itu.

3. Kegiatan Akhir/Penutup
• Bersama-sama siswa menyimpulkan hasil belajar sesuai dengan hasil klarifikasi
• Bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
• Mengajak semua siswa berdoa untuk mengakhiri pelajaran

4. Penilaian
a. Lisan
b. Tertulis
c. Unjuk kerja pengamatan
d. Portofolio
V. ALAT DAN SUMBER BELAJAR
• Benda-benda yang mengalami perubahan
• Gambar lingkungan sehat dan tidak
• Gambar benda-benda yang mengalami perubahan
• Alat musik sederhana (suling, pianika, gendang dan lain sebagainya)
• Bakiak
• Suasana kerja bakti
• Buku teks siswa (Bahasa Indonesia, PKn, IPA/Sains, Matematika, Seni Budaya dan Keterampilan, IPS)
• Kurikulum mata pelajaran (Bahasa Indonesia, PKn, IPA/Sains, Matematika, Seni-Budaya dan Ketampilan, IPS).

Mengetahui
Kepala Sekolah

Guru Kelas



(..............................................................)
NIP.


(........................................................)
NIP.


Baca Selengkapnya ...


Memberdayakan Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah (kelas 1 s/d 3)


Saya suka membaca sejak masih kecil. Saya pikir kebanyakan anak juga pasti menyukainya, apalagi buku yang ada gambar dengan warna-warni yang menarik...
Saya punya cerita menarik selama menjalankan tugas sebagai seorang pendidik.. Awalnya sangat sulit mengaktifkan kembali sesuatu yang telah lama dilupakan. Minat membaca sangat rendah, fasilitas perpustakaan juga sangat minim. Perpustakaan yang diidamkan sebagai tempat yang tenang, nyaman untuk membaca, benar-benar tidak ada...yang ada hanya gedung perpustakaan yang telah bobrok, temboknya retak, bahkan atapnya sebagian bocor. Syukurlah masih ada dua ruang yang masih dapat difungsikan.
Saat itu saya bertugas mengajar di kelas 2. Anak-anak disini rajin dan selalu ingin tahu hal-hal baru. Dengan bekal tekad dan semangat, saya ajak anak-anak membersihkan ruang perpustakaan. Ini kami kerjakan setiap hari Sabtu, untuk mengisi kegiatan ”Pembiasaan”. Kira-kira hampir 1 bulan waktu yang kami butuhkan untuk menata kembali isi Perpustakaan. Disela-sela jam istirahat, saya isi dengan mendata kembali buku-buku yang masih utuh dan masih dapat dibaca. Semua ini tak lepas dukungan dari Kepala Sekolah selaku Pembina di sekolah ini, dan tak kalah pentingnya anak-anak kelas 2... Mereka juga membantu saya dalam mendata buku-buku, dan mengaturnya dalam rak-rak yang masih dapat di pakai.
Hasilnya... perpustakaan dapat berjalan kembali, anak-anak dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sangat antusias berkunjung ke perpustakaan. Anak-anak boleh meminjam buku, tetapi wajib mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu. Disela-sela mengajar, saya sempatkan untuk menata kembali administrasi. Kepala Sekolah juga sudah mengajukan proposal supaya memperoleh bantuan pembangunan gedung perpustakaan dan pengadaan buku-buku baru, untuk menambah minat baca anak-anak.
Ternyata dua bulan berikutnya, akhirnya doa kami terjawab. Gedung baru sudah dibangun, ternyata impian kami memiliki gedung yang bersih dan nyaman terwujud. Anak-anak pun ikut bersemangat memindahkan buku-buku ke gedung yang baru. Bukan hanya kelas 2 saja yang bersemangat tapi semua siswa dari kelas 1 s/d 6 ikut bergotong-royong.
Saat ini kegiatan di perpustakaan telah berjalan, namun masih ada kekurangannya karena hingga saat ini bantuan meubleair belum kami terima.. walaupun begitu anak-anak masih bisa duduk lesehan di lantai, asal alas kaki di buka.. Malah mereka sangat menikmati duduk di lantai, sambil membaca dan saling bercengkrama dengan temannya. Tata tertib perpustakaanpun tetap dijalankan dengan baik.
Dalam peranannya sebagai sarana belajar mengajar disekolah, buku-buku di perpustakaan sangat membantu siswa dan Guru. Selain buku-buku BOS yang telah diterima masing-masing siswa, mereka dapat mencari pengetahuan melalui Ensiklopedia, Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia dan masih banyak lagi...
Untuk siswa kelas rendah (kelas 1 sampai dengan kelas 3), dapat memotivasi siswa untuk giat belajar membaca, dengan mengisi kegiatan belajar mengajar sambil membaca buku diperpustakaan, karena mereka sangat ingin tahu isi dari buku-buku yang ada, hal ini dapat melatih siswa kelas 1 dan 2 supaya lancar membaca. Bahkan siswa kelas 3, yang saat ini sedang belajar mengenai ”Sumpah Pemuda” dan ternyata secara lengkap sejarahnya dapat mereka baca di perpustakaan. Kadang-kadang mereka bertanya hal-hal yang tidak mereka pahami, ternyata ini dapat menimbulkan diskusi kecil, komunikasi dua arah. Bayangkan... ternyata siswa kelas rendahpun dapat berdiskusi, ada yang memberi saran, tanggapan dan ada pertanyaan juga !. Semua mereka temukan sendiri dalam buku yang dibaca. Yap..! tidak sia-sia usaha kami mengaktifkan perpustakaan ini. Perpustakaan jadi tempat favorit siswa di sekolah ini, dan saya bangga sebagai guru, ternyata usaha kami tidak sia-sia...

Baca Selengkapnya ...




Memupuk Rasa Percaya Diri Pada Anak


Ketika kita menginginkan anak-anak didik kita dapat melakukan sesuatu dengan baik, mereka tidak harus menjadi seseorang yang sangat hebat. Akan tetapi, mereka harus merasa luar biasa karena berhasil melakukannya dan merasa tertarik pada yang dilakukan, tidak peduli apakah kegiatan tersebut berkaitan dengan mata pelajaran, hobby atau berinteraksi dengan orang lain. Anak tidak perlu menjadi “number one” dalam setiap aktivitas, yang terpenting mereka dapat menikmati setiap kegiatan yang dilakukan.

Tujuan pendidikan yang penting bagi para guru dan orang tua adalah membantu anak-anak menemukan kegiatan yang menarik bagi mereka dan kemudian melakukan secara lebih baik. Dengan cara ini, kalimat “ Saya sedang bermain tenis “ lebih memberikan harapan dalam jangka panjang bagi pendidikan anak-anak dibandingkan dengan pernyataan “ Saya seorang pemain tenis yang hebat” Masalah besar bagi keberhasilan pendidikan dewasa ini dan di masa depan nanti bukan terletak pada apa yang telah anak-anak ketahui, tetapi terletak pada apa yang sedang anak-anak pelajari dan pada kemampuan untuk belajar.

Rasa percaya diri adalah merasa mampu melakukannya “ I can do it” Kita tahu apa yang sedang kita dengar ketika anak-anak berkata : “Aku tidak dapat melakukannya”
“Anak yang lain lebih baik dibandingkan aku”
“ Aku takut”
“ Aku tidak mau mencobanya”
Kita sering mendengar anak menyuarakan keinginan untuk memperoleh rasa percaya diri yang lebih besar. Keinginan ini menyayat hati kita. Kadangkala ketika anak-anak kita tidak merasa percaya diri, kita merasa rasa percaya diri kita juga hilang.


Melatih Percaya Diri
Mengenalkan pengalaman yang membentuk rasa percaya diri dapat merupakan tantangan bagi anak-anak. Harapan-harapannya harus cukup kecil sehingga dapat diatasi oleh anak-anak, tetapi juga harus cukup besar untuk mendorong adanya perkembangan, dan cukup mudah bagi orang tua atau guru untuk ikut terlibat di dalamnya.

Misalnya :



  1. Telepon, dapat ditemukan pada hampir semua rumah, cocok digunakan sebagai latihan percaya diri. Dengan menggunakan telepon anak-anak dapat membaur keluar secara sosial untuk memperoleh latihan awal dalam seni percakapan, berinteraksi dengan teman dan lingkungan disekitarnya. Dari sini anak-anak dapat memberikan atau memperoleh informasi khusus.


  2. Media TV
    Diskusikan dengan anak berkaitan dengan acara yang orang tua sukai. Lingkari acara yang orangtua pilih. Anak-anak perlu mendengar penilaian orang tuanya. Ini dapat membantu anak membangun ketrampilan melihat sesuatu secara kritis.


  3. Keluarga.
    Anak-anak senang mengetahui lebih banyak tentang diri mereka sendiri. Orang tua menyukai kegiatan ini karena membantu anak-anak berpikir serius tentang diri mereka dan bercerita tentang pengalaman-pengalaman yang memiliki kesan lucu dan tawa sehingga menimbulkan suasana positif.


  4. Pentingnya ”saya”
    Kegiatan ini membantu anak-anak membentuk rasa bangga pada diri sendiri. Misal : Anak dapat menuliskan pada poster didinding kamarnya ” Lihat aku ketika berumur empat tahun” dan anak dapat menempelkan beberapa foto-foto saat berusia empat tahun yang menjadi favoritnya. Gantung poster di tempat untuk dilihat dan dinikmati semua orang. Kegiatan ini menyatakan pada anak, ” Engkau istimewa, dan keluargamu mengetahuinya ”


  5. Di sekolah,
    Mengajak anak-anak mengekspresikan diri melalui karya seni dan ketrampilan. Anak menuangkan idenya dalam karya seni tiga dimensi. Misalnya : guru mengajak anak menggambar pada media pot tanah kemudian mewarnainya dengan warna-warni yang serasi. Hasil kreativitas anak di pajang di depan kelas. Hal ini dapat melatih rasa percaya anak bahwa mereka mampu menuangkan ide-ide yang ada dipikirannya dengan bebas.
    Kerja Tim/kelompok.
    Dalam membahas suatu materi yang dianggap cukup sulit, guru membagi anak-anak dalam kerja tim/kelompok. Dalam kelompok mereka berdiskusi tentang materi. Masing-masing anak bebas mengungkapkan pendapatnya secara lisan maupun tulisan. Satu orang selaku wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi ke depan kelas. Hasil diskusi diamati dan dikomentari oleh teman kelompok lain.
    Pembiasaan,
    Disetiap sekolah anak-anak dididik untuk perduli pada lingkungan sekitarnya. Misalnya : Mengajak menata kebun sekolah, anak diajak menanam sendiri tanaman yang dibawanya, setiap hari anak-anak merawat tanaman tersebut. Hasilnya : Anak-anak bangga tanamannya tumbuh subur dan berbunga...

Baca Selengkapnya ...