Memberdayakan Perpustakaan Sekolah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Kelas Rendah (kelas 1 s/d 3)
Saya suka membaca sejak masih kecil. Saya pikir kebanyakan anak juga pasti menyukainya, apalagi buku yang ada gambar dengan warna-warni yang menarik...
Saya punya cerita menarik selama menjalankan tugas sebagai seorang pendidik.. Awalnya sangat sulit mengaktifkan kembali sesuatu yang telah lama dilupakan. Minat membaca sangat rendah, fasilitas perpustakaan juga sangat minim. Perpustakaan yang diidamkan sebagai tempat yang tenang, nyaman untuk membaca, benar-benar tidak ada...yang ada hanya gedung perpustakaan yang telah bobrok, temboknya retak, bahkan atapnya sebagian bocor. Syukurlah masih ada dua ruang yang masih dapat difungsikan.
Saat itu saya bertugas mengajar di kelas 2. Anak-anak disini rajin dan selalu ingin tahu hal-hal baru. Dengan bekal tekad dan semangat, saya ajak anak-anak membersihkan ruang perpustakaan. Ini kami kerjakan setiap hari Sabtu, untuk mengisi kegiatan ”Pembiasaan”. Kira-kira hampir 1 bulan waktu yang kami butuhkan untuk menata kembali isi Perpustakaan. Disela-sela jam istirahat, saya isi dengan mendata kembali buku-buku yang masih utuh dan masih dapat dibaca. Semua ini tak lepas dukungan dari Kepala Sekolah selaku Pembina di sekolah ini, dan tak kalah pentingnya anak-anak kelas 2... Mereka juga membantu saya dalam mendata buku-buku, dan mengaturnya dalam rak-rak yang masih dapat di pakai.
Hasilnya... perpustakaan dapat berjalan kembali, anak-anak dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sangat antusias berkunjung ke perpustakaan. Anak-anak boleh meminjam buku, tetapi wajib mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu. Disela-sela mengajar, saya sempatkan untuk menata kembali administrasi. Kepala Sekolah juga sudah mengajukan proposal supaya memperoleh bantuan pembangunan gedung perpustakaan dan pengadaan buku-buku baru, untuk menambah minat baca anak-anak.
Ternyata dua bulan berikutnya, akhirnya doa kami terjawab. Gedung baru sudah dibangun, ternyata impian kami memiliki gedung yang bersih dan nyaman terwujud. Anak-anak pun ikut bersemangat memindahkan buku-buku ke gedung yang baru. Bukan hanya kelas 2 saja yang bersemangat tapi semua siswa dari kelas 1 s/d 6 ikut bergotong-royong.
Saat ini kegiatan di perpustakaan telah berjalan, namun masih ada kekurangannya karena hingga saat ini bantuan meubleair belum kami terima.. walaupun begitu anak-anak masih bisa duduk lesehan di lantai, asal alas kaki di buka.. Malah mereka sangat menikmati duduk di lantai, sambil membaca dan saling bercengkrama dengan temannya. Tata tertib perpustakaanpun tetap dijalankan dengan baik.
Dalam peranannya sebagai sarana belajar mengajar disekolah, buku-buku di perpustakaan sangat membantu siswa dan Guru. Selain buku-buku BOS yang telah diterima masing-masing siswa, mereka dapat mencari pengetahuan melalui Ensiklopedia, Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia dan masih banyak lagi...
Untuk siswa kelas rendah (kelas 1 sampai dengan kelas 3), dapat memotivasi siswa untuk giat belajar membaca, dengan mengisi kegiatan belajar mengajar sambil membaca buku diperpustakaan, karena mereka sangat ingin tahu isi dari buku-buku yang ada, hal ini dapat melatih siswa kelas 1 dan 2 supaya lancar membaca. Bahkan siswa kelas 3, yang saat ini sedang belajar mengenai ”Sumpah Pemuda” dan ternyata secara lengkap sejarahnya dapat mereka baca di perpustakaan. Kadang-kadang mereka bertanya hal-hal yang tidak mereka pahami, ternyata ini dapat menimbulkan diskusi kecil, komunikasi dua arah. Bayangkan... ternyata siswa kelas rendahpun dapat berdiskusi, ada yang memberi saran, tanggapan dan ada pertanyaan juga !. Semua mereka temukan sendiri dalam buku yang dibaca. Yap..! tidak sia-sia usaha kami mengaktifkan perpustakaan ini. Perpustakaan jadi tempat favorit siswa di sekolah ini, dan saya bangga sebagai guru, ternyata usaha kami tidak sia-sia...
Saya suka membaca sejak masih kecil. Saya pikir kebanyakan anak juga pasti menyukainya, apalagi buku yang ada gambar dengan warna-warni yang menarik...
Saya punya cerita menarik selama menjalankan tugas sebagai seorang pendidik.. Awalnya sangat sulit mengaktifkan kembali sesuatu yang telah lama dilupakan. Minat membaca sangat rendah, fasilitas perpustakaan juga sangat minim. Perpustakaan yang diidamkan sebagai tempat yang tenang, nyaman untuk membaca, benar-benar tidak ada...yang ada hanya gedung perpustakaan yang telah bobrok, temboknya retak, bahkan atapnya sebagian bocor. Syukurlah masih ada dua ruang yang masih dapat difungsikan.
Saat itu saya bertugas mengajar di kelas 2. Anak-anak disini rajin dan selalu ingin tahu hal-hal baru. Dengan bekal tekad dan semangat, saya ajak anak-anak membersihkan ruang perpustakaan. Ini kami kerjakan setiap hari Sabtu, untuk mengisi kegiatan ”Pembiasaan”. Kira-kira hampir 1 bulan waktu yang kami butuhkan untuk menata kembali isi Perpustakaan. Disela-sela jam istirahat, saya isi dengan mendata kembali buku-buku yang masih utuh dan masih dapat dibaca. Semua ini tak lepas dukungan dari Kepala Sekolah selaku Pembina di sekolah ini, dan tak kalah pentingnya anak-anak kelas 2... Mereka juga membantu saya dalam mendata buku-buku, dan mengaturnya dalam rak-rak yang masih dapat di pakai.
Hasilnya... perpustakaan dapat berjalan kembali, anak-anak dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sangat antusias berkunjung ke perpustakaan. Anak-anak boleh meminjam buku, tetapi wajib mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu. Disela-sela mengajar, saya sempatkan untuk menata kembali administrasi. Kepala Sekolah juga sudah mengajukan proposal supaya memperoleh bantuan pembangunan gedung perpustakaan dan pengadaan buku-buku baru, untuk menambah minat baca anak-anak.
Ternyata dua bulan berikutnya, akhirnya doa kami terjawab. Gedung baru sudah dibangun, ternyata impian kami memiliki gedung yang bersih dan nyaman terwujud. Anak-anak pun ikut bersemangat memindahkan buku-buku ke gedung yang baru. Bukan hanya kelas 2 saja yang bersemangat tapi semua siswa dari kelas 1 s/d 6 ikut bergotong-royong.
Saat ini kegiatan di perpustakaan telah berjalan, namun masih ada kekurangannya karena hingga saat ini bantuan meubleair belum kami terima.. walaupun begitu anak-anak masih bisa duduk lesehan di lantai, asal alas kaki di buka.. Malah mereka sangat menikmati duduk di lantai, sambil membaca dan saling bercengkrama dengan temannya. Tata tertib perpustakaanpun tetap dijalankan dengan baik.
Dalam peranannya sebagai sarana belajar mengajar disekolah, buku-buku di perpustakaan sangat membantu siswa dan Guru. Selain buku-buku BOS yang telah diterima masing-masing siswa, mereka dapat mencari pengetahuan melalui Ensiklopedia, Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia dan masih banyak lagi...
Untuk siswa kelas rendah (kelas 1 sampai dengan kelas 3), dapat memotivasi siswa untuk giat belajar membaca, dengan mengisi kegiatan belajar mengajar sambil membaca buku diperpustakaan, karena mereka sangat ingin tahu isi dari buku-buku yang ada, hal ini dapat melatih siswa kelas 1 dan 2 supaya lancar membaca. Bahkan siswa kelas 3, yang saat ini sedang belajar mengenai ”Sumpah Pemuda” dan ternyata secara lengkap sejarahnya dapat mereka baca di perpustakaan. Kadang-kadang mereka bertanya hal-hal yang tidak mereka pahami, ternyata ini dapat menimbulkan diskusi kecil, komunikasi dua arah. Bayangkan... ternyata siswa kelas rendahpun dapat berdiskusi, ada yang memberi saran, tanggapan dan ada pertanyaan juga !. Semua mereka temukan sendiri dalam buku yang dibaca. Yap..! tidak sia-sia usaha kami mengaktifkan perpustakaan ini. Perpustakaan jadi tempat favorit siswa di sekolah ini, dan saya bangga sebagai guru, ternyata usaha kami tidak sia-sia...

0 komentar:
Posting Komentar